Posted by: Rumah Strawberry on: Februari 21, 2011
Oleh: Yanthy R.
Kami menikah tahun 2003 dan anak kami yang pertama lahir tahun 2005 (kembar 2 perempuan). Karena ada bawaan kembar, kami agak takut untuk langsung menambah jumlah anak. Jangan-jangan anak kedua kembar dua atau kembar tiga. Kami juga takut kondisi keuangan yang belum cukup kuat bila kami menambah anak.
Tahun 2010, si kembar sudah 5 tahun dan perekonomian sudah cukup baik. Kami ingin program anak laki-laki. Walaupun kami tahu anak (termasuk jenis kelamin) adalah anugerah dan kehendak Yang Maha Kuasa. Namun kami ingin mencoba juga, mengusahakan anak laki-laki. Untuk itu kami berencana untuk melakukan inseminasi separasi.
Kami memulai pemeriksaan bulan Oktober 2010. Satu bulan pertama dihabiskan untuk memeriksa kondisi kesehatan kami berdua. Termasuk juga pemeriksaan Toxo, dll. Bulan November 2010, kb spiral aku dibuka tetapi ternyata dinding rahim tipis sehingga belum bisa diinsem. Harus diberi obat dulu.
Bulan Desember 2010, aku melakukan insem tgl. 24. Benar-benar sebelum Natal. Sayangnya insem yang pertama ini tidak berhasil padahal dinding rahim baik dan sel telur juga baik. Mungkin karena banyak kegiatan di bulan Desember tersebut. Bulan Januari 2011, kami melakukan insem kedua. Dengan niat bila yang kedua ini tidak berhasil maka aku harus istirahat dari obat-obatan dokter selama 6 bulan (memberikan waktu bagi badan untuk membersihkan dirinya dari obat-obatan hormonal yang penuh kimia).
Puji Tuhan, bulan Februari 2011, aku terlambat haid. Karena takut hanya sugesti, aku tidak berani test pack hamil. Namun setelah lewat 3-4 hari, akhirnya penasaran juga. Aku melakukan test pack. Hasilnya 2 garis merah samar, positif. Test pack diulang lagi keesokan harinya untuk memastikan. Hasilnya 2 garis merah agak tebal, positif juga.
Hari Sabtu 12 Februari 2011, aku pergi ke dokter untuk cek up. Dari hasil USG, belum bisa dilihat posisi bayi. Namun dokter memberikan obat penguat Duphaston dan vitamin asam folat Folavit. Semuanya aman.
Minggu berikutnya, aku mulai mengalami gejala hamil seperti mual, “uek-uek”, lidah pahit, badan lemas dan pegal, mudah mengantuk. Makan tidak nafsu karena tidak ada rasa di lidah. Harus pakai sambal/cabe baru bisa masuk, kalau tidak rasanya pahit. Gejala ini tidak aku alami saat kehamilan pertama, waktu itu rasanya aku fit sekali. Aku berharap semoga gejala yang tidak enak ini segera berlalu agar makan bisa lebih enak.
Sekarang sudah tanggal 21 Februari 2011. Ini adalah 1 bulan persis setelah sperma diinsem-kan ke dalam rahim. Berarti kira-kira janin sudah berumur 1 bulan (kurang-lebih lah… maklum aku kan bukan dokter). Kami berdoa agar si bayi sudah aman di dalam rahim dan tumbuh sehat jasmani, fisik dan metal. Amin.
Komentar Terakhir