Posted by: Rumah Strawberry on: Januari 20, 2011
Oleh: Yanthy R.
Angelene dan Stephanie sekarang berusia 5 tahun. Bulan April 2011, mereka akan berusia 6 tahun. Mereka sudah masuk TK B dan bila mereka siap, mereka akan kami masukkan ke SD.
Persiapan masuk SD mereka sudah dimulai sejak mereka masih di TK A. Kami melakukan survey di beberapa SD. Karena kami ada di perbatasan Jakarta Timur dan Bekasi Barat maka kami punya pilihan lokasi. Apakah akan ambil SD di Jakarta Timur atau di Bekasi Barat? Bila ambil SD di Bekasi maka mereka akan sulit masuk ke SMP yang ada di Jakarta. Lalu ada juga pilihan apakan akan ambil SD Umum atau SD Kristen/Katolik?
Kami ingin anak-anak maju bersama sekolah yang baik. Beberapa definisi harus kami buat.
1. Lokasi. Akhirnya kami memutuskan lokasi harus ada di Jakarta dengan pertimbangan nanti SMP-nya juga akan di Jakarta.
2. Sekolah swasta. Kami pilih swasta karena pertimbangan mereka akan lebih disiplin di swasta dan juga ada pertimbangan umur. Untuk masuk SD Negeri, minimal umurnya harus 7 tahun sementara si kembar baru berumur 6 tahun.
3. Sekolah umum. Sebenarnya saya lebih suka si kembar bersekolah di sekolah Katolik atau sekolah Kristen karena semua dari aku dan kakak/adik, disekolahkan di sekolah Katolik saat TK dan SD. Bahkan aku terus bersekolah Katolik sampai lulus SMA. Namun suami rupanya bersekolah di sekolah umum negeri. Menurutnya tidak apa sekolah di sekolah umum, yang penting ada pemisahan pelajaran agama dan tidak ada SARA di sana.
4. Kurikulum dan pengajar. Yang ini kami survey juga. Si kembar sudah bersekolah dari Toddler (2.5 tahun) dan terus lanjut sampai TK A. Kami ingin dia mendapat pendidikan yang berkelanjutan. Walaupun begitu kami tidak mau memaksa mereka terlalu tinggi. Biarlah mereka bertumbuh sesuai kemampuan dan minat mereka.
5. Biaya. Yang terakhir ini, bukan yang paling utama tetapi penting juga karena kami harus membayar kelipatan dua (karena kembar kan….). Jadi terus-terang, kami tidak ada pikiran untuk masuk ke sekolah internasional karena ”harga” yang diperlukan jauh di luar standar kami.
Untuk persiapannya bahkan kami memasukkan mereka ke les calistung (membaca, menulis, berhitung) agar mereka tidak terlalu berat lagi bila harus mengejar di TK B. Satu bulan sebelum tes masuk, kami menghentikan les tersebut dan menggantinya dengan kursus privat intensif – langsung ke Ibu Guru di sekolahnya.
Tes-nya telah diadakan tanggal 15 Januari 2010 lalu. Satu hari sebelumnya, Stephanie mulai batuk dan badannya hangat. Kami berusaha mengkondisikan agar badan mereka fit dan mental mereka siap (dan juga rileks). Khusus untuk Angel, dia perlu dukungan kata-kata positif agar tidak down sebelum bertempur. Selama tes berlangsung, yang senewen ya Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak karena kami tidak diperbolehkan melihat mereka di kelas. Tes berlangsung dari jam 8 sampai jam 12.00 (tergantung kecepatan anak). Si kembar selesai sekitar jam 11.00. Kata mereka sih, tes-nya gampang….
Hasil tes diumumkan hari Senin. Dan puji Tuhan, Angelene dan Stephanie lulus dengan angka 8.2 dan 8.6. Well done, Nak. Sekarang tinggal giliran kita orang tua yang melakukan daftar ulang dan pembayaran uang pangkal. Weleh…. weleh…. dikali dua nih….. (tariknapasdotcom).
Tema: Albeo oleh Design Disease.
Komentar Terakhir