Posted by: Rumah Strawberry on: Desember 16, 2010
Masih bersambung dari kejadian menghias pohon Natal.
Selesai menghias pohon Natal, kami merasa berpuas hati dan hendak beristirahat. Namun kemudian suami berkomentar, ”Ma, coba cek celengan anak-anak. Kok kayaknya isinya tinggal setengah padahal kita cek sebelumnya sudah mau penuh.”
Dengan rasa penasaran, saya mengangkat celengan anak-anak. Benar juga, celengannya jadi ringan dan isinya tinggal setengah. Uang kertasnya tidak ada lagi, padahal selain kami memberikan uang logam, kami juga memberikan banyak uang kertas. Saya ambil gunting/cutter untuk membuka dan memeriksa celengan.
Ternyata kecurigaan kami benar. Uang kertas si kembar tinggal 5 lembar, itu pun uang seribuan dan ada 2 lembar di antaranya sobek karena ditarik keluar dengan paksa. Karena kami hanya tinggal di rumah berenam, yaitu kami berdua, si kembar dan 2 asisten, maka kecurigaan jatuh kepada kedua asisten tersebut. Kami tidak punya bukti langsung tetapi kami tetap harus menanyakan kepada mereka (sekaligus untuk melihat reaksinya).
Kami tanyakan hal tersebut pada pagi hari keesokan harinya. Tidak ada yang mengaku. Keduanya berkata tidak tahu. Dalam hati sih kami tidak percaya dan kami punya pendapat yang lain. Oh kalau begitu, mohon maaf juga. Sejak saat itu belanja rumah jadi aku kontrol ketat. Sebelumnya mereka masih bisa dapat uang sisa dari situ. Sekarang, saya yang belanja sendiri. Jadi mereka hanya terima uang transport ke sekolah si kembar saja.
Ini juga jadi pelajaran bagi kami. Jangan memberikan godaan kepada para asisten. Seperti telepon yang tidak terkunci (karena bisa saja tiba-tiba biaya telepon melonjak karena ada telepon ke luar kota atau ke luar negeri). Atau seperti celengan anak-anak dan celengan gereja yang tergeletak begitu saja di ruangan terbuka. Semua celengan walaupun sedikit, sebaiknya disimpan dalam lemari terkunci. Kalau tidak, rasanya menyesal juga kalau kehilangan kan….
Yang saya sayangkan adalah mengapa mereka mengambil celengan anak-anak (padahal para asisten masih dapat uang sisa dari uang belanja dan saya tidak pernah menahan uang yang menjadi hak mereka, bahkan saya juga memberikan tambahan untuk kebutuhan tertentu). Si kembar sudah berusaha menabung. Kok tega-teganya mengambil uang anak-anak. Saya kecewa berat.
”Maaf ya Nak. Celenganmu hanya setengah penuh……. Next time, kita buat lagi celengan yang lebih banyak tapi kali ini kita simpan di tempat terkunci.”
Tema: Albeo oleh Design Disease.
Desember 21, 2010 pada 6:04 am
Ternyata bukan hanya waspada pada kemungkinan pencurian dari luar saja tetapi ada juga kemungkinan dari dalam seperti dari pembatu kita sendiri.
Biarlah semangat dan keceriaan natal bisa memberikan kita damai sejahtera serta pengharapan yang lebih baik dimasa ini dan yang akan datang.
Tuhan memberkati
Hendrick